"Hey, nama kamu siapa? Mama kamu di mana?" Tanyaku.
"Mama..." jawabnya. Kurasa dia belum pandai berbicara.
"xon, kamu di mana?" Teriak anak kecil yang kudengar. Kucari sumber suara itu dengan membawa atau menggendong Anak kecil itu.
"Hey, kau menyarinya?" Tanyaku kepada gadis kecil yang kurasa dia mencari adiknya.
"Iya, dia menghilang gitu saja" Ungkapnya dengan berwajah panik.
"owch.. Ini adikmu"Ku beri anak kecil itu kepada kakaknya.
"Mamamu mana? kok kalian berdua saja? Oia namamu dan adikmu ini siapa? kenalin aku Jesii"Tanyaku.
"hy kak, nama yang bagus. Aku tak bersama mamaku. Aku bersama kakakku. Tapi dia sekarang sedang bernyanyi mengibur orang-orang yang berada di sana. Namaku Jazzy, adikku namanya Jaxon. Maaf yah kak telah merepotkan. Aku pergi dulu."jawabnya dengan menggendong adik kecilnya itu.
"Wait!" Teriakku.
"Ada apa kak?"Tanya gadis itu yang ternyata bernama Jazzy. Ku dekati jazzy dan ku berkata
"Aku ingin mengantarmu ke kakakmu, boleh?" Tanyaku.
"Boleh kak" Jawabnya.
"Sini aku saja yang menggendongnya" Ku ambil jaxon dari tangannya.
"Bentar yah, aku..."Ungkapku yang panik karena temanku tak ada di sekitarku.
"Ada apa kak?" Tanya Jazzy.
"ohh gak ada apa-apa. Yuk" Jawabku dengan nada datar. "Mati gue! kemana lagi minie sama lala?" ungkapku dalam hati. Jazzy lari ke arah kerumunan orang.
"Jazz.... Jangan kesitu, entar kamu kenapa-kenapa!" Teriakku kearah kerumunan orang itu.
"Jeje! lu ngapain ke sini? emang lu suka Bieber?" Tanya Medy yang berada di kerumunan itu.
"Hah? enggak gue cuman mau ngasih anak ini ke kakaknya. Kakaknya gak bisa jaga adeknya. Masa adeknya di biarin jalan-jalan sendiri?!" Teriakku.
"Jesii!" kudengar suara dari arah kerumunan itu. Tetapi, laki-laki yang memanggilku. Sumpah, Aku rasa aku belum kenal 1 orang pun di kanada. Shitt! Orang yang selama ini membuat sahabatku gila, yeah BIEBER! Dia menuju ke arahku.
"Apa?" Tanyaku.
"Makasih yah"
"Makasih apa?"
"Udah bawa adikku ke sini"
"Ohh iya masama, ehh kamu itu bisa jaga adek gak sih ? Aku liat tadi jaxon pergi trus jazzy nyariin jaxon sendiri. Kakak macem apa sih kamu? Kasihan mereka, kamu bisa jadi kakak yang tanggung jawab gak sih? BIEBER!" Teriakku dengan memberi Jaxon kepadanya. Lalu aku pergi dengan menarik tangan kedua sahabatku itu.
"Bye Jazzy" Lanjutku.
"bye kak"
>Jesii P.O.V ~ OFF<
Sembari jalan pulang, Justin dan jazzy
"Boo, dia marah 'kan sama kamu ?!"
"Iya"
"Boo sih, lagian ninggallin aku segala sama jaxon.
------------------------------------------------------------------------------------------
Mau tau kelanjutannya?
mau tahu Endingnya?
Thanks for Read this Story
By: Nedia Farah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar